Kankemenag Jombang

Kemenag Jombang ‘Gercep’ Sosialisasikan Larangan Judi Online

Jombang (Humas Kemenag) – Maraknya perjudian online di masyarakat menjadi perhatian banyak kalangan tak terkecuali Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini dibuktikan dengan terbitnya Surat Edaran Nomor P- 2036/SJ/B.II/1/KP.00/06/2024 tentang Pencegahan Perjudian Daring di Lingkungan Kementerian Agama, Rabu (26/6/2024). Melalui edaran tersebut Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas mengajak seluruh Satuan Kerja (Satker) Kemenag di seluruh Indonesia aktif berpartisipasi cegah judi online.

Merespon edaran tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang (Kemenag Jombang) Muhajir lakukan gerak cepat mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghindari judi online. Ia menegaskan judi adalah perbuatan yang dilarang agama.

“Judi, apapun namanya, bagaimanapun caranya, apakah online atau offline tetaplah terlarang menurut agama. Oleh karena itu saya mengimbau agar seluruh ASN Kemenag Jombang menghindari dan menjauhi judi,” tutur Muhajir, Kamis (27/6/2024).

Selanjutnya ia mengajak seluruh ASN Kemenag Jombang untuk menyosialisasikan larangan dan bahaya judi online kepada masyarakat.

“Saya minta agar seluruh ASN mengajak dan mengimbau masyarakat dimulai dari keluarga, kerabat dan masyarakat terdekat untuk menghindari dan menjauhi judi, karena judi itu benar-benar dilarang agama, perbuatan dosa dan kita harus menjauhinya,” sambung pria melek IT ini.

Selain itu, Muhajir meminta sosialisasi dilakukan melalui berbagai media sosial resmi Kemenag Jombang maupun media sosial pribadi ASN. Termasuk para Penyuluh Agama Islam diminta untuk bergerak cepat menyosialisasikan baik secara langsung, maupun melalui infografis atau flyer.

Lebih lanjut Kepala Kemenag Jombang menekankan jika ada ASN Kemenag Jombang yang terlibat dalam perjudian, maka akan ditindak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya berharap dengan adanya sosialisasi tentang pencegahan judi online ini dapat mencegah maraknya judi online di kalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Jombang serta mengurangi jumlah pelaku yang terpapar bahaya judi online,” pungkas Muhajir. (dsi)