Kankemenag Jombang

Marak Iming-iming Haji Tanpa Antre, Kepala Kemenag Jombang Muhajir Imbau Masyarakat Berhati-hati

Jombang (Humas Kemenag) – Merespon maraknya biro-biro perjalanan umrah/haji yang menawarkan keberangkatan haji tanpa menunggu antrean, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang (Kemenag Jombang) Muhajir mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada. Hal tersebut disampaikan Muhajir saat memberikan sambutan pada kegiatan Sapa Jemaah Haji dalam Waiting List (Sajada Wali) hari ke-2, Selasa (11/6/2024) di Aula Darul Hikmah setempat.

“Minat orang berhaji itu sangat luar biasa, makanya sekarang ini ketika antrean haji itu panjang, seperti di Jawa Timur ini 35 tahun, kita banyak mendengar promosi di luar, dari biro-biro umroh itu katanya agak nakal, yang menawarkan ke masyarakat umum agar melaksanakan ibadah umrah saja, dengan alasan sama-sama ke Makkah, dan kalau mendaftar haji antreannya sangat lama,” kata Muhajir.

Menanggapi fenomena tersebut, Muhajir mengingatkan bahwa rukun Islam yang kelima berbunyi ‘melaksanakan ibadah haji’ dan bukan ‘melaksanakan umrah’. “Daftar haji dulu, baru berikutnya umrah, karena yang wajib itu adalah hajinya,” tuturnya.

Termasuk biro-biro yang menawarkan haji tanpa antre, Muhajir menceritakan banyak masyarakat yang menunaikan ibadah haji tapi tidak menggunakan visa haji yang akhirnya dideportasi oleh pemerintah Arab Saudi. “Kalau sudah dideportasi, baru boleh masuk ke Mekkah setelah sepuluh tahun, kan malah rugi itu,” jelas pria berkaca mata ini.

“Kami di Kementerian Agama mengingatkan kalau ada iming-iming seperti itu apalagi biayanya mahal, jangan mau. Kalau visanya bukan visa haji maka akan tertolak untuk menunaikan ibadah haji,” tambahnya.

Terkait dengan panjangnya antrean haji, pria kelahiran Malang ini menyampaikan Kementerian Agama telah melakukan upaya-upaya agar ada percepatan berkaitan dengan keberangkatan Jemaah haji. Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas berupaya maksimal dengan melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Arab Saudi agar diberikan penambahan kuota. Tercatat di tahun 2023 Indonesia mendapatkan tambahan 8 ribu jemaah, dan di tahun 2024 ini mendapatkan tambahan sebanyak 20 ribu jemaah haji.

“Dari kuota reguler yang seharusnya 221 ribu se-Indonesia, tahun ini dapat tambahan 20 ribu menjadi 241 ribu. Ini sesungguhnya adalah upaya-upaya yang dilakukan Kementerian Agama agar antrean haji tidak semakin panjang,” jelas Muhajir.

“Mudah-mudahan seluruh Jemaah haji Kabupaten Jombang di Tahun 2025 bisa berangkat, sehat, aman, dan mabrur, amin,” pungkas Kepala Kemenag Jombang.

Kegiatan Sajada Wali di hari kedua ini diikuti sebanyak 678 jemaah haji dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan Kantor Imigrasi Kediri. (dsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *